Senin, 02 Maret 2020

Children and Grandchildren of Mohamed

Mohamed have childrens from Khadijah and Mariyah Qibtiyyah, 3 boys and 4 girls. The boys are Qasim, Abdullah, Ibrahim and the girls are Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, Fathimah. Only Ibrahim his son from Qibtiyyah, but he died when he was young. Two other sons also died when he was kid. 

Zainab give him two grandchild are Ali and Umamah. From marriage between Ruqayyah and Utsman was born Abdullah, but he died when he was six years old. And then from marriage between Fathimah and Ali was born Muhsin,  Hasan, Husein, Zainab, and Ummi Kultsum.

Reference

Sabtu, 18 Januari 2020

Mencari Ibu Warung

Disuatu sore yang hampir gelap dipinggir jalan dekat terminal purwodadi, terlihat lelaki separuh tua berjalan agak cepat ke sebuah warung makan nasi kucing. Pada saat itu pula, ibu-ibu penjual es buah disebelah warung tersebut langsung memalingkan muka kearah lelaki tersebut.
Sontak lelaki itu bertanya pada si ibuk dengan suara lantangnya karena warung nasi kucing yg ia singgahi terlihat kosong tanpa penjual,
"Yang jual mana buk?, mau pesen es teh tapi ga ada yg jual, kering banget tenggorokan saya". 

Seketika itu si ibu penjual es buah menjawab "Lagi solat pak kayaknya, solat ashar".

Lelaki itu kaget dengan jawaban itu, yang terlihat saat ia mengernyih-kan mukanya. Dia pun melanjutkan obrolan itu, 
"Kog salat sih buk, Salat itu nomer dua"

Ibu penjual es buah itu pun terkejut dan mengeluarkan mimik muka gusar karena mendengar pernyataan lelaki itu. Suara si lelaki yg lantang itu pun membuat tukang ojek yang sedang duduk diatas motor dan berada dekat diwarung itu pun langsung menoleh kearah lelaki itu dan menanggapi, 
"Tidak bisa gitu dong pak!, Salat itu Kewajiban".

Lelaki bersuara lantang itu pun menjawab dengan nada rendah dan agak ketawa, 
"Salat itu nomor dua, nomer satu ya sahadat".

Label:

Orang Tua

mungkin maklum harus kau ciptakan
sesuatu sulit berubah
dan kau sedang berhadapan dengannya
mulai mengeja kata mengalah

masa kini bukan masa lampau
terlihat jelas perbedaan keduanya
kau yang dapat berubah
mereka mungkin tak kan berbenah

mulai perlahan masuki pikiran
jangan langsung tunjukkan
melainkan kata kata kiasan
tuk mereka yang tak berkompromi

mereka menunjukkan dengan tidak menunjukkan
menyampaikan kasih dengan cara amarah
memeluk dengan cara mencomel
menyayangi dengan cara memberangi

Label:

Hanya Hujan

kadang hanya sesaat kau datang
kadang banyak waktu kumengharapkanmu pulang

beberapa menghentikan jalan ketika kau datang
orang mengharapkanmu saat terik siang
keluh keluar waktu kau datang

kadang kau datang diwaktu tak tepat
kadang kuberharap kau datang pula diwaktu yang tak tepat
alasan tuk datang terlambat
sebab menghentikan langkahku tuk berangkat

kadang dan sering diharapkan dan dihiraukan
tak ada kau dirindu, saat tiba kau dihalau

hanya datang sesaat
datang bertabik pulang tak berpamit

Label:

Kemarin

malam gelap
pekat yang merambat
masih seperti malam yang lalu
kemarin

angin menguap
berhembus dari pintu kamar
malam malam tetap berlalu
kemarin

lebih dari tengah malam
waktu mulai mencoba mengeja tidurku
masih terjaga tanpa berlalu
kemarin

tak ada yang berteriak
hanya terdengar suara lennon
bersama petikan gitarnya
seperti kemarin

dengan bintang tak bertaburan
berganti rintihan jangkrik
mungkin bersembunyi dibalik tembok
karna tak ada ilalang tuk tinggal

kepala penuh harap
berhenti karna bosan
walaupun belum ada tanda tuk berakhir
masih seperti kemarin

sesuatu salah
diriku tak mampu
aku percaya kemarin
tak kan pernah bisa berubah
20/11/16 1:30

Label:

Mendewasa

kapan kukan berganti
apakah dengan menanti
hari yang kan terganti

berharap meretas hari
kemaren dan hari ini
harusnya sudah kulalui

bertindak kekanakan
Waktu yang takkan terlambat
alurku serasa berhambat

hal yang sia sia
terlebih kumenjalaninya

sesal datang dan pergi
aku hilang dan mati
6/12/16

Label:

Desember

Desember yang penuh hujan
Bulan yang penuh kesedihan
Karna menyembunyikan terang
Karna menyembunyikan senang

cepat atau lambat Sore akan berganti
Membawa malam yang tak bercahaya
Tak terbayang hariku yang gelap
Juga rasaku yang senyap
Masa depab yg Tak terharap

Kumenolak sore berganti
Walau mendung dan hujan yg membasahi
Karna hanya kau teman yang menerangi
Tak terbayang jika kau berganti

Malam yang kelam
Menambah renungku dalam dalam
Menambah haru yang mendalam
Masih dusudut kubersemayam
Bersaksi oleh detik ber jam jam


Tak mengubah apapun

9/12/16

Label: